Beberapa hari lalu seorang teman yang tinggalnya nun jauh disana bertanya tentang lagu terbaru Padi yang judulnya Terluka (dari album terbaru Padi, Tak Hanya Diam) dan dia belom bisa menemukannya di Youtube.
Hehe..terus terang sih aku tahu kalo Padi keluar album baru tapi belom sempet ngikutin, biarpun beberapa waktu lalu udah sempet download cuplikan lagu-lagu terbarunya sebelum albumnya resmi beredar. Tapi udah gitu ya belom pernah ngikutin kabarnya lagi.
Berhubung lagi di Jogja, nginep di MM, sebelahnya persis kan toko kaset dengan inisial B yang cukup kondang di Jogja –di Semarang juga– yang cuma boleh disebut inisialnya aja karna ntar kata Priska disangka ngiklan kalo nyebut merek. Jadilah berbekal rasa penasaran karna konon kata teman dari temanku yang bernama Mas Yosep itu lagu Terluka katanya bagus (tapi aku sih berharap menemukan lagu laen yang lebih bagus dengan judul yang implikasinya lebih positif daripada ‘Terluka’—aku sedang tidak berselera dengerin lagu sedih menyayat hati menguras air mata).
Tapi apa daya, susah rupanya menyempatkan diri untuk mampir ke tetangga, toko kaset B itu. Karna apa? Yaaaa benaaarrr….pagi hari kami harus cabut menuju kantor DMC ato manalah tempat kami harus menunaikan tugas kami di Jogja, saat toko kaset B itu pun belum buka, dan pulang pada saat toko kaset B itu sudah tutup.hehehe…
Eitssss tapi kemaren sore akhirnya sempet maen ke Amplaz (Ambarukmo Plaza) — the most happening mall in Jogja… Hahaha…setelah seperti biasa tidak bisa menghindar dari godaan membeli alas kaki baru, akhirnya aku sempet mampir ke toko kaset berinisial DT yang konon dalam skala nasional lebih kondang… dan got it!! album terbaru Padi yang covernya warna meyah… Langsung beli deh plus beberapa vcd Barney buat nonik Sephine… iiihhhh, ga sabar ga sabar pengen dengerin… Setelah muter sana sini di Amplaz, ngejemput teman-teman BPKP di Safir, makan malam di Mang Engking, balik ke MM, mandi, pesen wedang jahe, duduklah aku siap mendengarkan lagu-lagu baru Padi (yang semoga bagus).
Seperti biasa aku dengerin semua lagu dulu dengan cara mengosongkan hati supaya semua lagu dapat aku rasakan dan aku nilai enak dan tidak enaknya secara adil…Karna aku bukanlah orang dengan musikalitas tinggi, bukan pengamat musik, dan hanya penikmat musik jadi maaf tidak bisa mengulas album ini dengan parameter-parameter kemusikan.
Seperti biasa sih overall album Padi selalu bagus. Dapat dinikmati dengan kelas di atas rata-rata..lirik yang bagus (kalimatnya bukan kalimat yang terlalu lugas tapi juga tidak terlalu puitis yang mendayu-dayu), musik yang enak (tapi tidak ada feel arogan), walaupun tetap dengan suara Fadly (yang secara ekspresi dan suara seperti ‘hidup enggan mati tak mau’)…
Ada satu lagu yang sejak pertama kali aku dengar langsung mencuri perhatian. Track nomer 2, judulnya Harmony. Mencuri perhatin karna di beberapa bait di awal lagu ini hanya diiringi gitar dengan instrumen laen mengisi pada akhir-akhir lagu. Mencuri perhatian karna vocal nya tidak terkesan hidup enggan mati tak mau… Tidak merdu sekali, tapi terasa lebih hidup, suaranya anget…hehehehe… Yang nyanyi ternyata Piyu!! Yak..mas-mas yang agak gimanaaa itu akhirnya ngisi vocal juga di sini. Liriknya bagus (dan biasa…dipas-pas in). Tapi bener deh … lagunya enyaaaaaaakkkk….aku sukaaaakkkkk….
Sebagai penikmat, lagu ini (menurutkuh) bener-bener bikin nikmat..apalagi kalo ditemani segelas wedang jahe dan pisang bakar…dan di luar hujan…bayangkanlah.. Maka mari kita nikmati saja lagu ini…
HARMONY – PADI
Aku mengenal dikau
Tak cukup lama…separuh usia ku
Namun begitu banyak..pelajaran
Yang aku terimaKau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud Harmony…
Segala kebaikan..
Takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa..
Karna kupercaya..
Kan berujung indahKau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud Harmony…
so, udh brp kali dibolak-balik tuh album?
btw, bikin review vcd barney nya donk.. hehehe
>> barney is a dinosaur in our imagination <<
Comment by SiBon-Bon — December 14, 2007 @ 12:43 am